Aku berdiri di antara dua cabang yang tajam
arahnya saja telah membuatku sesak
namun aku tetap berjalan
meski dengan atau tanpa ada seseorang mendampingiku
Cabang jalan yang semu tak nyata ini
mengoyakkan raga dan jiwaku
membuatku perih setiap ku pijakkan langkah
sungguh kadang aku ingin menyerah
Tapi di ujung jalan di sana
aku percaya ada mata air yang menyejukkan
yang akan ku gapai jika aku bertahan
mencoba menentang arah dan kenyataan
Dengar, hai kau yang menyerah
aku tak tahu sekuat apa kau di sampingku
berpikirkah bahwa aku juga tersakiti
mengertikah bahwa rasa ini bukan mimpi
Ku katakan,, aku benar percaya mimpiku
tapi aku berjuang untuk menwujudkannya
meskipun apa yang ku tempuh membuatku tersakiti
namun kau ada,,, harusnya kau ada untuk tetap tinggal
Jalan di depan bukan khayalan yang indah
tapi hanya dengan bersamamu
aku menatap semua itu indah
tak ku butuhkan lagi selain kau
Aku tak percaya kau lelah
aku tak mengerti mengapa kau lelah
aku ingin kau tetap berdiri
aku ingin kau tetap di sini
Kau tahu, jalan ini bercabang
dan aku ada di antaranya
membuatku penat hati karnanya
Bagaimana ku dapat membuatmu kembali berdiri
jalan ini begitu berduri
terjal dan melukai
Tahukah, ini untuk dirimu
seseorang yang ingin ku pertahankan
dengan segala keadaan yang tak mungkin
namun aku percaya kau bisa bertahan
Tapi sampai detik ini aku keliru
kau membuang mimpi ini
dan melepaskannya
kau biarkan aku berjalan sendiri
tanpa ada topangan lagi
di antara dua cabang ini
aku ingin tetap berjalan di antaranya
meski aku tahu, tubuhku terkoyak............