Sejenak bertanya dengan seribu tanya yang berputar-putar di otakku, apa dan mengapa aku ada di sini. Bagaimana aku ada dan untuk apa aku di sini. Hati ini memberontak keras menusuk-nusuk jantungku. Sendiri menyesali diri sendiri. Aku sekian lama selalu membuang kesempatan-kesempatan berharga yang telah ada di depan mataku. Menyisihkannya dengan senyum sinis dan tatapan meremehkan. Kadang ku menyesalinya, namun hanya membutuhkan lima detik saja aku bisa melupakan apa yang ku sesali.Aku pernah berangan-angan menjadi burung yang terbang bebas lepas di angkasa. Mengarungi samudra dunia, hinggap di pohon tertinggi di dunia, melintasi cakrawala membentang. Menangis sendiri di satu titik, namun tangisku reda saat aku tersadar bahwa di sinilah tempatku. Tak perlu keliling dunia untuk mencari jati diri. Di sinilah, di tempat orang yang ku cintai dan mencintaiku yang telah merubah hidupku jauh berwarna.
Untuk menjadi diri sendiri di dunia nyata yang fana ini, tak perlu jauh aku mencarinya. Saat mimpi-mimpi ini berubah hilang seperti angin menghancurkan awan, masih menangis di satu titik. Terdiam... Berpikir ke mana arah hidupku ini akan ku bawa. Ternyata akupun tak bisa bila hanya bersandar pada mimpi-mimpi semi. Detik di mana ku sadari bahwa mereka, orang-orang yang selama ini ada untukku, telah memberikan air hidup yang menyejukkan aku tahu bahwa akupun ada untuk mereka dan aku tahu, aku berharga di sini. Aku tenang di dunia yang fana ini jika aku berada di sekitar orang-orang yang mengerti dan menyayangiku apa adanya.Akan ku ukir mimpi-mimpi indahku nyata, tak hanya cukup di dalam khayalanku. Aku akan berdiri tegak dari titik sudut aku menangis dan menyongsong masa depanku yang cerah bersama kesempatan-kesempatan yang ada di sekelilingku.
Tuhan, dengarlah doaku ini. Ijinkan aku melakukan hal yang terbaik dalam tiap kesempatan aku menghela nafasku. Jadikanlah aku sesuai kehendakMu dan jadikanlah aku senantiasa berjalan di jalan yang Kau cipta untukku. Tegurlah aku ketika aku melakukan kesalahan, upayakanlah diriku menjadi pribadi yang sabar dan benar. Kuatkanlah aku saat aku berjalan di atas duri dunia, berikan aku hati yang tegar dalam menghadapi ujian-ujianMu. Luruskanlah langkah-langkahku agar aku tak berada jauh dariMu. Berikan juga aku hati yang memaafkan, agar aku mampu lebih bijaksana. Tuhan yang Maha Baik, Engkaulah penjuru dalam duniaku, Engkaulah tempatku berteduh dari badai dunia dan aku percaya bahwa hanya Engkaulah pribadi yang mengenal aku. Terima kasih untuk segala rahmat yang Kau berikan kepadaku. Aku percaya padaMu, Bapaku yang di sorga, Yesus Kristus yang memeliharaku dan Roh Kudus yang mengiring langkahku.
