Purnamaku menjelang malam melewati cakrawala hitam
tak terbatas cahyanya di sela pucuk dedaunan
kehangatan tiada redup meski dingin menguasai
sedihku menyurut dari bayanganku
melampiaskan dalam lentera-lentera jingga di langit
saat hilang arahku, ku temukan serpihan jalan yang nyaris hilang
di kala purnama tiba, ada semu dirimu mengobati batinku
nian indahnya tak terganti oleh intan permata
kau adalah purnamaku…….
yang datang di kala malam sangat larut
dan ketika hempas langkah kaki manusia tak terdengar
kau adalah bayang purnamaku……
yang membiaskan jalan terang menuju pelukmu
yang menenangkanku dalam pangkuanmu
kau purnamaku, di kala malamku telah hampir mati

Tidak ada komentar:
Posting Komentar